KONEKSI ARCGIS KE DBMS POSTGRESQL DENGAN MENGGUNAKAN ARCSDE DAN ODBC

Leave a Comment
Assalamualaikum Wr.Wb

Semua pekerjaan di bidang SIG dapat dipastikan akan bergelut dengan data. Kehilangan, kerusakan merupakan suatu kerugian yang enggan kita alami. DATA ADALAH KUNCI, tanpa data kita tidak bisa memulai suatu pekerjaan. Bukan hanya di bidang SIG, hampir semua jenis pekerjaan memerlukan data. 
Kemudahan akses, keamanan, dan manajemen data yang baik merupakan suatu keharusan, terlebih jika kita bergelut dengan data yang berjumlah banyak. Pada umum nya kita akan menyimpan data dalam bentuk flat file atau worksheet di dalam directory di PC/Laptop yang kita gunakan, hal tersebut terasa lebih praktis, namun faktanya hal tersebut justru menimbulkan masalah baru, dimulai dari masalah pada directory PC/Laptop yang menjadi penuh, terdapat folder dan file yang bertumpuk, serta keterbatasan untuk mengakses data tersebut.
Untuk mengatasi hal tersebut maka diperlukan suatu Database yang dikelola di dalam suatu Database Management System (DBMS) yang dapat terhubung ke dalam aplikasi GIS, Dengan begitu proses manajemen data akan lebih baik karena dilakukan di tempat yang terpisah dari Directory PC/Laptop dan dengan keamanan yang jauh lebih baik. 
Database sendiri dilihat dari sudut pandang sistem dapat diartikan sebagai kumpulan tabel yang saling berhubungan. Sedangkan dari sudut pandang manajemen dapat diartikan sebagai kumpulan data yang memodelkan aktivias-aktivitas yang terdapat dalam perusahaan.
Sedangkan DBMS dapat diartikan sebagai kumpulan dari data yang saling berhubungan dengan sekumpulan program-program yang mengakses data tersebut. Perbedaan dengan Database, DBMS merupakan paket perangat lunak yang digunakan untuk membangun database data tertentu. Dengan kata lain DBMS adalah bagian dari sistem database.
Penyimpanan data dalam bentuk DBMS mempunyai banyak manfaat dan kelebihan dibandingkan dengan penyimpanan dalam bentuk flat file atau worksheet langsung di directory PC/Laptop, diantaranya :
  1. Performa yang di dapat dengan penyimpanan dalam bentuk DBMS cukup besar, sangat jauh berbeda dengan performance data yang disimpan dalam bentuk flat file atau worksheet di directory PC/Laptop. Disamping memiliki unjuk kerja yang lebih baik, juga akan didapatkan efisiensi penggunaan media penyimpanan dan memori.
  2. Integritas data lebih terjamin dengan penggunaan DBMS. Masalah redudansi sering terjadi dalam flat file. Redudansi adalah kejadian berulangnya data atau kumpulan data yang sama dalam sebuah database yang mengakibatkan pemborosan media penyimpanan.
  3. Independensi. Perubahan struktur database dimungkinkan terjadi tanpa harus mengubah aplikasi yang mengaksesnya sehingga pembuatan antarmuka ke dalam data akan lebih mudah dengan penggunaan DBMS.
  4. Sentralisasi. Data yang terpusat akan mempermudah pengelolaan database. kemudahan di dalam mengakases data secara bersamaan oleh banyak user dengan DBMS dan juga ke konsistenan data yang diakses secara bersama-sama akan lebih terjamin daripada data disimpan dalam bentuk file atau worksheet yang tersebar.
  5. Keamanan. DBMS memiliki sistem keamanan yang lebih fleksibel daripada pengamanan pada file sistem operasi. Keamanan dalam DBMS akan memberikan keluwesan dalam pemberian hak.
Connection PostgreSQL to ArcGIS with ArcSDE and ODBC
Dari penjelasan di atas, maka di sini blog INFO-GEOSPASIAL akan coba memberikan tutorial cara untuk melakukan koneksi Aplikasi ArcGIS desktop ke DBMS PostgreSQL. Akan dijelaskan juga bagaimana memanggil, mengedit, menyimpan kembali, menambahkan serta beberapa fungsi lainnya untuk manajemen data GIS di DBMS tersebut dengan melalui ArcGIS.
Terdapat beberapa cara untuk melakukan koneksi di ArcGIS ke PostgreSQL, diataranya :
  1. Koneksi menggunakan ArcSDE
  2. Koneksi Menggunana ODBC
  3. Koneksi menggunakan bantuan plugin/ektensi tambahan di ArcGIS (misal : St-Links, GISquirrel,dll)
Di dalam artikel ini, akan dijelaskan bagaimana cara melakukan koneksi dengan menggunakan cara 1 dan 2. Tahap pertama pastikan aplikasi ArcGIS dan PostgreSQL sudah terinstal di PC/Laptop yang digunakan. Kemudian di dalam directory instalasi ArcGIS, biasanya C:\Program Files(x86)\ArcGIS\Desktop10.3\DatabaseSupport\PostgreSQL\9.3\Windows64 (Sesuaikan versi ArcGIS yang di pakai).
st_geometry.dll
Mengcopy file st_geometry.dll dan libst_raster_pg.dll
Copy file st_geometry.dll dan libst_raster_pg.dll (jika hanya ada file st_geometry.dll tidak masalah, di copy saja) ke dalam directory instalasi PostgreSQL C:\Program Files\PostgreSQL\9.3\lib (Sesuaikan versi PostgreSQL yang di pakai).
Kemudian copy semua file PostgreSQLClient berikut ke dalam directory ArcGIS C:\Program Files (x86)\ArcGIS\Desktop10.3\bin :
Jalankan program ArcMap, masuk ke ArcToolBox > Data Management Tools > Geodatabase Administration > Create Eterprise Geodatabase.
Create Enterprise Geodatabase
Create Enterprise Geodatabase
Pada jendel Create Enterprise Geodatabase, lakukan isian seperti berikut :
  • Database Platform : isi dengan jenis DBMS yang akan di koneksikan (pilih PostgreSQL)
  • Instance : Isi dengan nama komputer atau IP dari komputer, atau bisa juga dengan Port yang digunakan di PostgreSQL (contoh di sini menggunakan Port)
  • Database : Bisa di isi dengan nama database yang sudah tersedia atau pernah di buat di PostgreSQL atau bisa juga isi dengan nama database baru yang akan di buat
  • Database Administrator : Nama username yang digunakan untuk login ke PostgreSQL
  • Database Administrator Password : Password untuk masuk ke PostgreSQL
  • Geodatabase Administrator Password : Buat password baru untuk login ke PostgreSQL dengan menggunakan username 'sde'.
  • Authorization File : Isi dengan file license ArcGIS server (sesuaikan dengan versi ArcGIS yang di gunakan) dalam format .ecp
Setelahan proses di atas berjalan dengan baik, selanjutnya Tambahkan koneksi untuk memanggil Database ke ArcGIS dengan cara buka ArcCatalog, di dalam folder Database Connection pilih Add Database Connection. 
Add Database Connection
Add Database Connection
Isiannya hampir sama dengan isian sebelumnya, pada bagian Instance isi dengan Port (contoh di sini pakai Port) kemudian Authorization Type pilih Database Authorization. Username bisa menggunakan username yang default kita gunakan untuk login ke PostgreSQL yaitu “postgres” atupun bisa menggunakan username “sde” yang sebelumnya di buat oleh sistem. Namun akan terdapat perbedaan dari hak akses yang bisa di lakukan, untuk akses penuh gunakan username “sde”. Lalu tentukan nama database yang akan di koneksikan (karna tadi di buat database baru dengan nama  'info_geospasial' maka pilih saja database tersebut). Jika sudah maka akan terbentuk koneksi baru, silahkan di rename sesuai nama yang di inginkan.
New Connection
New Connection
Dengan mengikuti tahap-tahap di atas, maka otomatis di dalam PostgreSQL juga akan terbentuk database baru dengan nama "info_geospasial" dan juga terbentuk user baru dengan nama "sde".
Tampilan PostgreSQL dengan PgAdmin
Tampilan PostgreSQL dengan PgAdmin
Terdapat keunggulan dengan melakukan koneksi melalu SDE, kita mendapatkan semua fungsi dan akses seperti geodatabase personal pada umumnya, yaitu :
  1. Tabel : Menyimpan obyek non-spasial (informasi tabular).
  2. Feature Class : Kumpulan dari obyek spasial berupa titik, garis, area (poligon). Bisa juga untuk menyimpan feature anotasi, dimensi, rute.
  3. Feature Dataset : Tempat/wadah untuk feature class yang memiliki referensi spasial sama. Dataset ini perlu apabila kita ingin membuat network dan topologi.
  4. Relationship class : Mengatur hubungan tematik antara tabel, feature class, atau kedua-duanya. Mendukung integrasi antara origin data dan destination class.
  5. Geometrik Netwrok : Hubungan topologi khusus antara titik dan garis yang digunakan untuk analisa pada alur sistem jaringan langsung.
  6. Topologi : Hubungan spasial antara feature classes yang digunakan untuk menentukan dan memperbaiki kesalahan (error) spasial, seperti parcel yang overlap satu sama lain atau yang tidak berada dalam batas wilayah. Penjelasan lengkap mengenai ERROR TOPOLOGI.
  7. Raster Dataset : Data grid yang diturunkan dari berbagai sumber format (Tiff, Jpeg, dll).
  8. Raster Catalog : Tabel dari kumpulan data raster.
  9. Survey Dataset : Menyimpan informasi survey dan menggabungkan data survey dalam proyek dan banyak proyek ke dalam folder proyek.
  10. Toolbox : Berisi tool-tool geoprocessing.
  11. Behaviour Rules : Dapat dibuat untuk mendefinisikan atribut legal, relation, topologi, koneksi.
Dengan koneksi ke ArcGIS, SDE akan menggantikan fungsi dari PostGIS. Tetapi terdapat kekurangan, yaitu karena koneksi SDE hanya tersedia di ArcGIS maka pada database yang terkoneksi melalui SDE akan terbentuk schema "sde" yang menggunakan owner "sde" yang mana semua data spasial maupun non spasial yang di buat atau di olah di ArcGIS akan otomatis tersimpan ke dalam schema tersebut. Namun data spasial maupun non spasial yang ada di dalam schema tersebut tidak akan bisa di akses melalui aplikasi GIS lainnya, karena hanya bisa di akses dan di olah di ArcGIS.
Untuk aplikasi GIS lainnya hanya bisa mengakses dan mengolah data spasial di PostgreSQL dengan menggunakan dukungan PostGIS dan data spasial tersimpan di schema "public" dengan owner "postgres"
Di dalam geodatabase yang baru saja di buat, di dalamnya belum ada data, untuk menginput data vektor (yang bukan dari geodatabase lain, bukan format feature class) caranya bisa dilihat pada video animasi berikut :
Import vektor non Feature Class ke dalam Geodatabase
Import vektor non Feature Class ke dalam Geodatabase
Jika akan mengimport feature class dari geodatabase lain, bisa di lakukan dengan cara klik kanan pada koneksi geodatabase > import. Pilih Feature Class (single) jika akan mengimport 1 file/data feature class, namun jika yang akan di import dalam jumlah banyak pilih Feature Class (multiple).
Untuk mengimport data dalam bentuk raster, caranya bisa di lihat pada video animasi berikut :
Import raster ke dalam Geodatabase
Import raster ke dalam Geodatabase
Berikut
Penjelasan di atas adalah cara melakukan koneksi dengan menggunakan ArcSDE. Selanjutnya bagaimana cara melakukan koneksi PostgreSQL dengan menggunakan ODBC ke ArcGIS.
Pertama silahkan unduh terlebih dahulu PostgreSQL ODBC pada link berikut : 
Unduh dan instal driver PostgreSQL ODBC untuk system type 32 bit, meskipun PC/Laptop yang digunakan menggunakan sistem type 64 bit. Setelah berhasil di instal, masuk ke directory C:\Windows\SysWOW64\ kemudian jalankan program edbcad32.exe. Ikuti langkah-langkap seperti pada video animasi berikut :
Menambahkan koneksi ODBC ke PostgreSQL
Menambahkan koneksi ODBC ke PostgreSQL
Terakhir, buat koneksi di ArcCatalog untuk memanggil koneksi ODBC ke PostgreSQL. Caranya bisa di lihat pada video animasi berikut :
Membuat koneksi Untuk memanggil Koneksi ODBC di ArcCatalog
Membuat koneksi Untuk memanggil Koneksi ODBC di ArcCatalog
Hasil koneksi dengan ODBC tidak sama dengan cara yang pertama dengan SDE, di sini user hanya bisa menampilkan data dalam bentuk tabel bukan dalam bentuk spasial. Jadi koneksi ini hanya jiga kia ini mengelola data tabel saja.
Proses koneksi PostgreSQL ke ArcGIS bisa di lihat juga pada video berikut :
Terdapat beberapa penjelasan teks pada artikel ini yang dikutip dari wikipedia.org dan inigis.com. Semoga tulisan ini bermanfaat . . .

Wassalamualaikum Wr.Wb

0 komentar:

Post a Comment