DOWNLOAD PETA TUTUPAN LAHAN, LAHAN KRITIS DAN DAERAH ALIRAN SUNGAI (DAS) SELURUH INDONESIA

Leave a Comment
Assalamualaikum Wr.Wb

Penutupan Lahan atau Land Cover merupakan istilah yang digunakan untuk menyebutkan suatu kenampakan lahan secara fisik, baik kenampakan alami maupun kenampakan buatan manusia, Terkadang ada juga yang menyebutnya Land Us (Penggunaan Lahan). Tetapi kedua kata tersebut memiliki maksud yang berbeda.
Menurut Townshend dan Justice pada (1981) berpendapat bahwa penutupan lahan adalah perwujudan secara fisik (Visual) dari vegetasi, benda alam, dan unsur-unsur budaya yang ada di permukaan bumi tanpa memperhatikan kegiatan manusia terhadap obyek tersebut.
Sedangkan secara umum penggunaan lahan diartikan sebagai bentuk pemanfaatan atau fungsi dari perwujudan suatu bentuk penutupan lahan. Istilah penggunaan lahan didasari pada fungsi kenampakan penutupan lahan bagi kehidupan, baik itu kenampakan alami atau buatan manusia. 
Suatu kenampakan vegetasi rapat, dalam istilah penggunaan lahan dapat dibedakan menjadi hutan maupun perkebunan. Penyebutan tersebut tergantung pada perlakuan manusia terhadap penutup lahan. Berbagai bentuk mata pencaharian menghasilkan beragam penggunaan lahan. Selain mata pencaharian, faktor kebutuhan juga akan memunculkan bentuk penggunaan lahan. Seperti kebutuhan rumah memunculkan kawasan permukiman. Dari perbedaan pola penggunaan lahan juga akan memunculkan istilah pedesaan dan perkotaan karena pola penggunaan lahannya berbeda.
Jadi, jika pada penutupan lahan dikatakan “Tubuh Air” (Water Body), maka dalam penggunaan lahan dapat berarti sungai, danau, kolam, dan lain-lain.
Lahan Kritis dapat didefinisikan sebagai lahan yang telah mengalami kerusakan sehingga berkurang fungsinya sampai pada batas yang ditentukan atau diharapkan. Fungsi yang dimaksud pada definisi tersebut adalah fungsi produksi dan fungsi tata airnya. Fungsi produksi berkaitan dengan fungsi tanah sebagai sumber unsur hara bagi tumbuhan dan fungsi tata air berkaitan dengan fungsi tanah sebagai tempat tumbuhnya akar dan menyimpan air tanah. Adapun faktor–faktor yang menyebabkan terjadinya lahan kritis adalah :
  1. Terjadinya longsor dan letusan gunung berapi
  2. Penebangan liar (illegal logging)
  3. Kebakaran hutan
  4. Pemanfaatan sumber daya hutan yang tidak berasaskan kelestarian
  5. Penataan zonasi kawasan belum berjalan
  6. Pola pengelolaan lahan tidak konservatif
  7. Pengalihan status lahan.
Daerah Aliran Sungai disingkat DAS adalah suatu kawasan yang dibatasi oleh titik-titik tinggi di mana air yang berasal dari air hujan yang jatuh, terkumpul dalam kawasan tersebut. Guna dari DAS adalah menerima, menyimpan, dan mengalirkan air hujan yang jatuh di atasnya melalui sungai.
Air DAS adalah air yang mengalir pada suatu kawasan yang dibatasi oleh titik-titik tinggi di mana air tersebut berasal dari air hujan yang jatuh dan terkumpul dalam sistem tersebut.
Air pada DAS merupakan aliran air yang mengalami siklus hidrologi secara alamiah. Selama berlangsungnya daur hidrologi, yaitu perjalanan air dari permukaan laut ke atmosfer kemudian ke permukaan tanah dan kembali lagi ke laut yang tidak pernah berhenti tersebut, air tersebut akan tertahan (sementara) di sungai, danau/waduk, dan dalam tanah sehingga akan dimanfaatkan oleh manusia atau makhluk hidup.
Air hujan yang dapat mencapai permukaan tanah, sebagian akan masuk (terserap) ke dalam tanah (infiltrasi), sedangkan air yang tidak terserap ke dalam tanah akan tertampung sementara dalam cekungan-cekungan permukaan tanah untuk kemudian mengalir di atas permukaan tanah ke tempat yang lebih rendah, untuk selanjutnya masuk ke sungai. Air infiltrasi akan tertahan di dalam tanah oleh gaya kapiler yang selanjutnya akan membentuk kelembaban tanah. Apabila tingkat kelembaban air tanah telah cukup jenuh maka air hujan yang baru masuk ke dalam tanah akan bergerak secara lateral (horizontal) untuk selanjutnya pada tempat tertentu akan keluar lagi ke permukaan tanah yang kemudian akan mengalir ke sungai. Batas wilayah DAS diukur dengan cara menghubungkan titik-titik tertinggi di antara wilayah aliran sungai yang satu dengan yang lain.
Untuk mengkaji lebih dalam tentang penjelasan di atas, berikut akan dibagikan data Penutupan Lahan, Lahan Kritis, dan Daerah Aliran Sungai yang bisa di dapatkan dengan gratis. Data ini dibuat oleh Kementrian Kehutanan.  Berikut link unduhnya :
Hasilnya kurang lebih seperti berikut :
Peta Tutupan Lahan Jawa Barat
Peta Tutupan Lahan Jawa Barat
Gambar di atas adalah peta Tutupan Lahan, dan gambar di bawah ini merupakan data KML Tutupan Lahan yang dibuka di Google Earth :
Tutupan Lahan KML di Google Earth
Tutupan Lahan KML di Google Earth
Sekian artikel dengan judul Download Peta Tutupan Lahan, Lahan Kritis, dan Daerah Aliran Sungai Seluruh Indonesia, semoga  bermanfaat . . . .

Wassalamualaikum Wr.Wb

0 komentar:

Post a Comment