VISUALISASI 3D GOOGLE IMAGERY DENGAN EFEK EXTRUDE DI ARCSCANE

Leave a Comment
Assalamualaikum Wr.Wb

Pada kesempatan ini, blog INFO-GEOSPASIAL akan membagikan tutorial cara membuat peta 3D dengan efek Extrude di ArcScane, tutorial ini merupakan kelanjutan dari tutorial ArcScane yang sudah pernah di bahas sebelumnya :
Sebelum memulai tahap pembuatan peta 3D, diperlukan bahan-bahan sebagai berikut :
  1. Image google satelit dari daerah yang akan dibuat petanya (harus sudah tergeoreferencing), cara melakukan georeferencing image dari google satelite bisa di lihat di artikel GEOREFERENCING GOOGLE IMAGERY IN ARCGIS
  2. Data kontur dari daerah yang dimaksud (bisa buat sendiri dari data DEM)
  3. Shapefile polygon dari daerah yang di maksud, digunakan sebagai lantai atau dasar dari peta
Mulai tahapan pembuatan peta dengan menjalankan aplikasi ArcScane, panggil ketiga data di atas (semua data di atas harus menggunakan sistem koordinat meter (UTM), jika sudah terlanjur menggunakan sistem koordinat geografis, maka di dalam menu properties pada Scane Layer di dalam TOC, atur sistem koordinatnya menggunakan WGS 1984 World Mercator)
Layer Bandung, Contour, dan Area
Layer Bandung, Contour, dan Area
Dalam bahasan ini, layer image google satelit di beri nama ‘Bandung’, layer kontur di beri nama ‘Contour’, dan layer objek polygon diberi nama ‘area’. Pertama unselect layer bandung dan area, biarkan hanya layer contour saja yang ditampilkan. Aktifkan extension 3D Analyst dengan cara masuk ke menu Customize > Extensions > select pada bagian 3D Analyst. Panggil toolnya ke dalam toolbar dengan cara masuk ke menu Customize > Toolbars > 3D Analyst.
Extension 3D Analyst
Extension 3D Analyst
Layer kontur yang saat ini di tampilkan masih dalam bentuk 2D, maka buat terlebih dahulu kontur 3D dari kontur tersebut, caranya di dalam toolbar 3D Analyst masuk ke menu Feature to 3D (jika tidak tersedia tools tersebut, maka lakukan tahapan berikut : masuk ke menu Customize > Customize Mode > Pada tab Command pilih categories 3D Analyst dan pada bagian commands pilih tool yang akan ditambahkan dengan cara pilih tool yang di maksud kemudian tarik/drag ke dalam toolbar 3D Analyst).
Menambahkan Tool
Menambahkan Tool
Di dalam menu Feature to 3D, input feature isi dengan layer Contour, kemudian Source of Height pilih berdasarkan field attribute dari layer contour tersebut.
Feature to 3D
Feature to 3D
Hasil dari tahap di atas akan terbentuk layer baru yang berisikan objek kontur dalam bentuk 3D, seperti berikut :
Contour 3D
Contour 3D
Selanjutnya buat raster TIN dari layer Contur_3D, caranya masuk ke menu Create TIN From Faature di dalam toolbar 3D Analyst (Jika tidak ada, tambahkan tool tersebut dengan cara yang sama seperti tahapan sebelumnya). Gunakan layer Contour_3D untuk mengisi Height Source dengan Feature Z Value, pada bagian Triangulate as pilih Hard Line, kemudian gunakan layer Area untuk membuat Soft Clip pada bagian Triangulate as, lebih jelasnya perhatikan gambar berikut :
Create TIN from Feature
Create TIN from Feature
Hasilnya akan terbentuk Raster TIN seperti berikut :
Raster TIN
Raster TIN
Berikutnya aktifkan layer Area, kemudian konversi objek area tersebut yang masih berupa objek polygon ke dalam objek line, caranya masuk ke Arctoolbox > Data Management Tools > Features > Feature to Line. Sehingga akan terbentuk layer baru yang berisikan objek line. Dalam tutorial ini layer tersebut di beri nama ‘Extrude’, dalam menu properties dari layer tersebut atur Base Height dengan Elevation from surface mengacu pada Raster TIN. Kemudian di dalam tab Extrusion select pada bagian Extrude Features in Layer dan pilih Using it as a value that features are extruded to pada menu Apply Extrusion. Hasil dari proses tersebut akan membuat line terextrusion berdasarkan ketinggian dari Raster TIN.
Raster TIN dengan Extrude objek lantai
Raster TIN dengan Extrude objek lantai
Dan tahap terakhir, aktifkan layer Bandung kemudian atur Base Height dengan mengacu pada Raster TIN, unselect Raster TIN agar hilang dari tampilan layar, dan hasilnya kurang lebih akan seperti berikut :
Image Satelite dengan extrude objek lantai
Image Google Satelit dengan Extrude objek lantai
Untuk lebih mempercantik tampilan, gunakan image satelite yang lebih jelas serta lebih terlihat perbedaan tinggi dan rendah permukaannya, tambahkan pula objek sungai agar tampilan terlihat lebih nyata. Semoga bermanfaat . . .

Wassalamualikum Wr.Wb

0 komentar:

Post a Comment