MEMBUAT PETA BATIMETRI DARI DATA SRTM PLUS

Leave a Comment
Assalamualaikum Wr.Wb

Batimetri adalah ilmu yang mempelajari kedalaman di bawah air dan studi tentang tiga dimensi lantai samudra atau danau. Sebuah peta batimetri umumnya menampilkan relief lantai atau dataran dengan garis-garis kontur yang disebut kontur kedalaman (depth contours atau isobath), dan dapat memiliki informasi tambahan berupa informasi navigasi permukaan.
Dalam artikel ini, blog INFO-GEOSPASIAL akan menyajikan tutorial cara membuat peta batimetri dari data SRTM PLUS. Data tersebut tersedia di alamat Topex.ucsd.edu. atau bisa langsung menuju link unduhnya di :
Perbedaan dari kedua data di atas adalah resolusi yang ditampilkannya. Untuk SRTM30 memiliki resolusi spasial 30 detik atau 1 kilometer. sedangkan SRTM15 memiliki resolusi spasial 15 detik atau 500 meter. Untuk ukuran file SRTM30 relatif kecil hanya berukuran kurang lebih 50mb. Sedangkan untuk SRTM15 memilki ukuran file yang sangat besar sekitar 13gb lebih, karna mencakupan seluruh dunia dengan resolusi yang lebih bagus dari SRTM30 dan dikemas dalam format .grd. Untuk file SRTM30, wilayah Indonesia bisa di download di file :
- e060n40.Bathymetry.srtm (Sumatra)
- e100n40.Bathymetry.srtm (Jawa, Sumatra, Kalimantar, Sulawesi, Papua)
- e100s10.Bathymetry.srtm (Pulau Sumba, Kupang,NTT)
Dalam tutorial ini, file yang akan digunakan adalah SRTM30. dan akan diolah dengan menggunakan software Global Mapper dan Surfer. Buka file srtm ke dalam Global Mapper. Setelah di panggil maka tampilan di layer editing kurang lebih akan seperti berikut :
SRTM30 PLUS
SRTM30 PLUS
Selanjutnya buat kontur di daerah yang akan dibuat peta batimetrinya, dalam tutorial ini akan dibuat peta batimetri untuk wilayah pantai pangandaran, kab. Pangandaran, Provinsi Jawa Barat. masuk ke menu Analysis > Generate Contours (from Terrain Grid). Tentukan interval kontur yang akan digunakan.
Contur Options
Contur Options
Kemudian pada Contour Bounds buat daerah yang akan dibuat konturnya dengan masuk ke Draw a Box.
Menentukan area yang akan dibuat konturnya
Menentukan Area Yang Akan Dibuat Konturnya
Klik ok, untuk memulai pembuatan kontur. Setelah selesai maka hasilnya akan seperti berikut :
Kontur Batimetri Pangandaran
Kontur Batimetri Pangandaran
Selanjutnya save kontur ke dalam format Surfer .bln dengan cara masuk ke menu File > Export > Export Vector/Lidar Format. Pilih Surfer BLN.
Export to Surfer BLN
Export to Surfer BLN
Di dalam software Surfer, buat Plot Baru, kemudian masuk ke menu Grid > Data. Pilih file kontur yang sebelumnya sudah di konversi ke format BLN. Tentukan field X, Y, dan Z dari data tersebut, lalu tentukan metode gridding yang akan digunakna, Sebagai contoh gunakan saja metode Kriging.
Griding Kontur
Griding Kontur
Klik ok, maka akan terbentuk file baru dengan extension .grd. panggil file tersebut dengan cara masuk ke menu Map > New > Contour Map.
Kontur Batimetri Pangandaran
Kontur Batimetri Pangandaran
Sebelumnya atur terlebih dahulu ukuran kertas yang digunakan dengan cara masuk ke menu File > Page Setup. Atur tampilan peta pada bagian properties di setiap layer yang ada di Object Manager. Sehingga hasil akhirnya kurang lebih seperti berikut :
Peta Batimetri Pantai Pangandaran
Peta Batimetri Pantai Pangandaran
Tahapan di atas dapat di lihat juga pada video berikut :
Sekian artikel ini, semoga bermanfaat. Baca juga artikel terkait pengolahan data batimetri berikut :

Wassalamualaikum Wr.Wb

0 komentar:

Post a Comment