PENGERTIAN POSTGRESQL

Leave a Comment
Assalamualaikum Wr.Wb

PostgreSQL adalah sebuah sistem basis data yang dapat dugunakan secara bebas menurut Perjanjian lisensi BSD. Perangkat lunak ini merupakan salah satu basis data yang paling banyak digunakan saat ini, selain MySQL dan Oracle. PostgreSQL menyediakan banyak fitur yang berguna untuk berbagai keperluan basis data.
PostgreSQL
Dalam hubunganya dengan Sistem Informasi Geografis, PostgreSQL merupakan basis data yang dapat menyimpan data berupa objek geometrik berupa point (titik), garis (line), dan area (polygon) selain dari table-tabel atribut (berserta objek-objek lainnya seperti halnya view, rule, constraint, indeks, fungsi / prosedur, dan lain sejenisnya) sebagaimana basis data biasa.
Dengan menggunakan plugin PostGIS, yang berguna sebagai spatial database engine, atau extension yang dapat menambah dukungan dalam pendefinisian dan pengelolaan (fungsional) unsur-unsur spasial bagi DBMS objek relasional PostgreSQL. Secara praktis, PostGIS berperan sebagai penyedia layanan spasial bagi DBMS ini. Memungkinkan PostgreSQL untuk digunakan sebagai backend basis data spasial untuk perangkat lunak SIG. Singkatnya, PostGIS juga menambahkan tipe-tipe (kumpulan) SQL (query), operator, dan fungsi-fungsi (analisis) yang kemudian menyebabkan DBMS PostgreSQL menjadi bersifat “Spatially-enabled”. PostgreSQL merupakan salah satu basis data terbaik untuk keperluan SIG.
Perangkat lunak ini dapat di jalankan pada Operating Sistem Window, Linuk, Solaris, dan OS X. Untuk mengunduh PostgreSQL bisa langsung kunjungi website resminya di www.postgresql.org , silahkan unduh versi yang sesuai dengan kapasitas PC yang digunakan. Silahkan instalasi perangkat lunak tersebut, untuk cara melakukan instalasi bisa di search sendiri di google.
Untuk proses pemasangan di OS Windows, apabila pada saat melakukan instalasi terjadi peringatan Error "Unable to write inside TEMP environment variable path" cara untuk mengatasinya yaitu :
  • Masuk ke regedit, caranya pada keyboard tekan window + r kemudian ketik regedit, atau bisa juga ketik regedit pada kotak search di dalam menu star.
  • HKEY_CURRENT_USER > Software > Microsoft > Windows Script Host > Setting. Pada pilihan Enabled, beri nilai 1 pada value data. Jika tidak ada pilihan Enabled, bisa buat sendiri dengan cara: Klik kanan > New > DWORD (untuk versi 32bit) atau QWORD (untuk versi 64bit). Beri nama Enabled kemudian isi value data dengan nilai 1.
  • HKEY_LOCAL_MACHINE > Software > Microsoft > Windows Script Host > Setting. pilihan Enabled, beri nilai 1 pada value data. Jika tidak ada pilihan Enabled, bisa buat sendiri dengan cara: Klik kanan > New > DWORD (untuk versi 32bit) atau QWORD (untuk versi 64bit). Beri nama Enabled kemudian isi value data dengan nilai 1.
  • Jika sudah mengikuti langkah di atas, Close regedit kemudian lakukan instalasi ulang pada postgreSQL. Biasanya setelah mengikuti langkah di atas, proses instalasi akan berjalan lancar.
Sebagai contoh, di sini kita anggap postgreSQL sudah terpasang dengan benar, serta sudah terdapat PostGIS di dalamnya. Pertama-tama siapkan file SHP (Shapefile), kemudian masuk ke pgAdmin III, login ke postgreSQL dengan memasukan password yang sebelumnya telah di buat.
Buat database baru dengan cara klik kanan pada database > New Database. Pada bagian name isi dengan nama Databasenya, kemudian pada bagian owner pilih postgres. Klik Ok
New Database
New Database
Setelah Database berhasil di buat, klik nama database tersebut, kemudian lakukan koneksi database ke PostGIS dengan cara klik tool SQL pada toolbar, ketik : CREATE EXTENSION postgis; lalu pilih Execute Query (panah warna hijau pada toolbar). Jika sukses, close tampilan Query tanpa perlu di save.
Membuat Extension PostGIS ke Database
Membuat Extension PostGIS ke Database
Aktifkan tool PostGIS dengan cara masuk ke menu plugin kemudian pilih PostGIS Shapefile and DBF Loader.
Di dalam PostGIS klik View Connection Detail, lalu atur username, password, server, port, dan nama database yang akan dikoneksikan. Jika proses koneksi berjalan dengan benar maka akan muncul pemberitahuan pada Log Window bahwa proses koneksi berhasil.
Koneksi PostGIS ke Database
Koneksi PostGIS ke Database
Klik Add File lalu cari file SHP yang akan di upload ke database. Klik Open. Setelah SHP dipanggil, atur pada bagian SRID dengan kode EPSG (eropean petroleum geology survey) dari sistem koordinat yang akan digunakan. Sebagai contoh apabila file SHP menggunakan sistem koordinat Geografis Longitude/Latitude maka gunakan kode EPSG 4326. Ketikan angka 4326 pada bagian SRID.
Objek geometrik di database akan otomatis di jadikan Multi Geometrik, sehingga apabila kita memanggil objek tersebut ke dalam software GIS, kemudian melakukan editing dengan menambahkan objek lain pada layer yang sama, maka pada saat akan di simpan akan terjadi kegagalan, karna objek yang baru tersebut merupakan objek tunggal dan bukan menjadi objek yang bersifat Multi Geometrik. Jadi apabila kita ingin melakukan editing dan nemambahkan objek baru dari layer tersebut, atur agar objek geometrik di dalamnya berdiri sendiri-sendir. Caranya dengan masuk ke option, lalu select Generate simple geometries instead of MULTI geometries.
Generate simple geometries instead of MULTI geometries.
Generate simple geometries instead of MULTI geometries
Klik Import untuk memulai proses upload.
Import SHP to PostGIS
Import SHP to PostGIS
Jika sukses, maka di dalam database sudah terdapat file SHP yang siap di panggil/ditampilkan ke dalam software GIS atau Web GIS Server.
Apabila kita akan memanggil SHP dari database tersebut ke dalam software Quantum GIS, caranya sebagai berikut :
Tambahkan layer PostGIS  buat koneksi baru dan atur sesuai dengan pengatura database yang digunakan.
Koneksi QGIS ke PostGIS
Koneksi QGIS ke PostGIS
- Nama : Isikan dengan nama koneksi yang di inginkan
- Layanan : -
- Host : localhost
- Port : Isi dengan port yang digunakan pada saat proses instalasi postgreSQL
- Basisdata : Isi dengan nama database yang akan di koneksikan
- Nama Penggunan : Isi dengan username PostGIS yang digunakan
- Sandi : Isi dengan sandi PostGIS yang digunakan
Lakukan tes koneksi, apabila koneksi berhasil, klik Ok
Pada menu drop down pilih nama koneksi yang baru saja dibuat. Klik koneksi, maka akan muncul skema Publik yang berisi objek dari file SHP yang sebelumnya telah di upload ke dalam database.
Memanggil Objek Geometrik ke QGIS
Memanggil Objek Geometrik ke QGIS
Untuk memunculkan objek geometrik tersebut, klik nama dari objek yang akan dimunculkan, kemudian klik tambah. Atur kembali sistem koordinat yang digunakan. Klik Ok. Maka hasilnya objek dari file SHP akan muncul di dalam tampilan Quantum GIS, kurang lebih seperti berikut gambar :
Tampilan Objek Geometrik dari PostgreSQL di QGIS
Tampilan Objek Geometrik dari PostgreSQL di QGIS
Untuk lebih jelas, proses di atas dapat di lihat pada video berikut :
Sekian artikel kali ini. Artikel ini dibuat sebagai pengenalan tentang PostgreSQL, karna untuk artikel yang akan datang, blog INFO-GEOSPASIAL akan menyajikan artikel cara pembuatan WebGIS dengan mengunakan Database PostgreSQL, yang akan dikoneksikan ke dalam GeoServer, dan akan ditampilkan dengan menggunakan LeafletJS. Semoga Bermanfaat . . .

Wassalamualaikum Wr.Wb

0 komentar:

Post a Comment