WEB MAP SERVICE (WMS)

Leave a Comment
Assalamualaikum Wr.Wb

Web Map Service (WMS) merupakan protokol standar yang digunakan untuk melayani georeferensi peta dengan menggunakan alamat server lain yang berasal dari GIS Database dengan menggunakan jaringan internet. Untuk menggunakan WMS kita harus mengetahui alamat WMS tersebut. Beberapa alamat WMS di Indonesia dapat di akses dan di lihat di alamat berikut :
  • http://webgis.dephut.go.id/arcgis/rest/services/ (Kementrian Perhutanan)
  • http://gis.dephub.go.id/ArcGIS/rest/services/ (Kementrian Perhubungan)
  • http://gis.dephub.go.id/mappingf/Mapservices.aspx  (Kementrian Perhubungan)
  • http://sigi.pu.go.id/ArcGIS/rest/services/ (Kementrian  Pekerjaan Umum)
  • http://geoservice.bnpb.go.id:8399/arcgis/rest/services (BNPB)
Dan beberapa WMS luar :

  • http://services.arcgisonline.com/ArcGIS/rest/services (ArcGIS)
  • http://www.gebco.net/data_and_products/gebco_web_services/web_map_service/mapserv? (GEBCO Batimetri)
Beberapa software GIS yang sudah mendukung WMS adalah ArcGIS, MapInfo, QGIS, Global Mapper, Grass GIS, dan masih banyak lagi.
Data WMS biasanya digunakan untuk membandingkan data yang sudah kita buat dengan data yang dibuat oleh pihak lain, atau juga sering kali digunakan sebagai pelengkap dalam pembuatan peta.
CARA KERJA WMS :
Sistem WMS bekerja dengan menerima permintaan dari pengguna yang kemudian diteruskan menuju server WMS yang akan memproses permintaan tersebut dan melakukan pencarian data yang diinginkan. Data yang telah didapatkan kemudian akan dikirimkan kembali oleh server menuju pengguna. 
Data peta yang ditampilkan pada sistem WMS berupa file dalam format gambar. Sehingga dalam sistem WMS peta yang ditampilkan berbentuk data raster. Format file yang dapat digunakan adalah Scalable Vector Graphics (SVG), Portable Network Graphics (PNG), Graphics Interchange Format (GIF) atau Joint Photographics Expert Group (JPEG).  
WMS memiliki tiga protokol operasi utama, yaitu GetCapabilities, GetMap, dan GetFeatureInfo. GetCapabilities memungkinkan pengguna untuk melakukan perintah kepada server untuk melakukan pencarian data dan mengambil metadata dari data yang  diinginkan. Setelah data yang diinginkan didapat, maka proses ini dilanjutkan dengan protokol GetMap. GetMap akan menampilkan lapisan peta yang telah memiliki refrensi spasial, ukuran, skala, dan geometri piksel yang indentik. Urutan dari lapisan peta yang akan ditampilkan telah disusun sebelumnya oleh pengguna, sehingga hasil peta yang ditampilkan telah sesuai dengan susunan yang diinginkan. Protokol selanjutnya yang terlibat dalam proses WMS adalah GetFeatureInfo. GetFeatureInfo memungkinkan pengguna untuk mendapatkan informasi mengenai skema dan metadata dari lapisan peta yang diinginkan. Sistem kerja dari WMS dapat dilihat pada gambar berikut ini :
WMS
Sistem Kerja WMS
Peta yang dihasilkan dari WMS biasanya mendukung untuk melakukan transparansi, sehingga dapat dilakukan tumpang tindih dengan tema atau layer lainnya. Berbeda dengan WMS, ada juga yang disebut WFS (Web Feature Service) merupakan data yang dipanggil dari alamat server lain serupa dengan pemanggilan WMS, akan tetapi data yang dihasilkan berupa format vektor. Untuk contoh pemanggilan WMS dan pemahaman tentang WFS akan di bahas di artikel yang berbeda.

Wassalamualaikum Wr.Wb

0 komentar:

Post a Comment