ERROR TOPOLOGY

Leave a Comment
Assalamualaikum Wr.Wb

Seiring berkembangnya teknologi geospasial, maka semakin memudahkan user untuk melakukan pengolahan terhadap data yang bereferensi geografis. Beberapa kegiatan yang sering dilakukan yaitu melakukan pembuatan peta on screen, analis spasial, dan masih banyak lagi, beberapa data yang dihasilkan sering kali digunakan untuk berbagai keperluan. 
Akan tetapi terkadang data yang dihasilkan, misalkan dalam bentuk vektor (Shp, Tab, dll) sering kali memiliki beberapa kesalahan yang tidak disadari oleh pembuatnya. Misalkan kita melakukan pembuatan peta on screen yang berisikan informasi mengenai jumlah penggunaan lahan di suatu daerah tertentu, dan berisikan beberapa objek polygon yang menggambarkan objek penggunaan lahan dari daerah yang dimaksud. kemudian di dalamnya berisikan keterangan tentang luas dari area penggunaan lahan tersebut. Maka di sini lah masalahnya.
Kita sebagai manusia tidak luput dari kesalahan, sehingga sering kali kita kurang teliti dalam mengerjakan suatu pekerjaan, dan mengakibatkan tidak akuratnya data yang kita buat. Beberapa penyebab tidak akuratnya data yang kita buat adalah Error Topology. Apabila kita menghitung luasan area dari data yang memiliki Error Topology, dapat di pastikan, hasil dari perhitungan tersebut banyak yang tidak akurat. 
Untuk lebih jelasnya Error Topology di dalam pengerjaan data geospasial dapat dikategorikan menjadi beberapa hal, diantaranya :
  • Sliver = Adalah objek region yang berukuran sangat kecil, dan cenderung memiliki bentuk memanjang, biasanya kita tidak akan mengetahui adanya polygon sliver di dalam data kita, kecuali kita telah melakukan perhitungan luas dari objek layer keseluruhan. Maka di dalam tabel akan terlihat adanya tambahan objek yang tidak kita kenal dengan ukuran atau luas area yang berukuran sangat kecil.
  • Gap = Ruang kosong atau area yang tidak tertutupi oleh objek region, yang berada diantara objek region yang saling berhimpitan. Dampak dari gap biasanya dirasakan apabila kita akan memasukan data dari layer tersebut kedalam suatu web berbasis gis. Dalam prosesnya seringkali terjadi error yang diakibatkan karena adanya Gap tersebut.
  • Overlap = Ini adalah kebalikannya dari gap, Overlap adalah kondisi dimana dua atau lebih objek region yang saling tumpang tindih di dalam satu layer data. Overlap mengakibatkan tidak sesuainya jumlah luasan dari objek region. 
Dalam kasus-kasus di atas, banyak cara dapat dilakukan untuk mengatasi permasalahan tersebut, diataranya dengan menggabungkan/merge data yang overlap, mengisi gap dengan region baru kemudian menggabungkannya dengan region terdekat, dsb
Untuk beberapa software GIS, misalkan MapInfo, ada tidaknya error pada objek region dapat dilihat dengan menggunakan fitur Cek Region yang sudah tersedia, kemudian melakukan perbaikan secara manual seperti melakukan combine, atau menghapus objek yang error. Sedangkan untuk software ArcGIS, kita dapat menggunakan tools Tolpology Toolbar dan Ekstensi Data Reviewer. 
Akan tetapi proses pemulihan data yang memiliki Error Topology tidak dapat dilakukan dengan waktu yang singkat. Error Topology dapat berjumlah puluhan, ratusan, bahkan ribuan, sehingga akan memakan cukup waktu dalam pengerjaannya. Dan yang harus di ingat, terjadinya error tidak hanya disebabkan dari proses editing, akan tetapi dapat juga disebabkan karena proses analisis (union, intersect, dsb). Sehingga sering kali, data yang sudah terbebas dari error, kemudian setelah melakukan analisis, error akan muncul kembali di layer tersebut.
Oleh karena itu, pastikanlah data yang kita buat benar-benar bersih dari Error Topology, sehingga informasi yang terkandung di dalamnya dapat lebih akurat dan dapat dipertanggung jawabkan.
Sekian artikel dengan judul Error Topology, untuk cara mengatasi Error Topology di dalam suatu layer data, akan dibahas pada waktu yang akan datang. Semoga artikel ini bermanfaat . . .
(Dilarang copy paste tanpa seizin pembuatnya)

Wassalamualaikum Wr.Wb

0 komentar:

Post a Comment