SNI PENYUSUNAN PETA HIDROGEOLOGI

Leave a Comment
Assalamualaikum Wr.Wb

Berikut ini akan diuraikan Standar Nasional Indonesia (SNI) peta Geologi Kuarter yang dibakukan menurut buku Standar Nasional Indonesia, SNI 13-4729-1998 tentang Penyusunan Legenda Umum Peta Hidrogeologi Indonesia skala 1:250.000, yang diterbitkan oleh lembaga Badan Standarisasi Nasional (BSN).

1. Tata Letak
Tata letak peta hirdrogeologi 1:250.000
Tata Letak Peta Hirdrogeologi skala 1:250.000
Keterangan layout dari gambar di atas sebagai berikut :
  1. Peta Hidrogeologi
  2. Uraina daerah yang dipetakan
  3. Instanis Penerbit
  4. Judul Peta
  5. Penyusun Peta
  6. Nama Lembar/Daerah
  7. Legenda Peta
  8. Indeks Pemetaan Lapangan, Para Pemeta dan Penelaah
  9. Indeks Peta Administrasi dan Jumlah Penduduk
  10. Nama Kota Penerbit, Tahun Penerbitan, skala Angka dan Grafis
  11. Indeks Lokasi Lembar menurut Bakosurtanal
  12. Rata-rata jumlah curah hujan setahun
  13. Penampang Hidrogeologi
Penempatan unsur-unsur yang terkandung pada gambar di atas, dapat di sesuaikan dengan tampilan peta yang dikehendaki.

2. Simbol / Singkatan Huruf
Merupakan tanda ynag dipakai untuk menggambarkan informasi stratigrafi yang penulisannya mengikuti para Geologi untuk daerah yang tertutup Sedimen.
  • Simbol stratigrafi yang digunakan, contohnya : Q untuk Quarter, T untuk Tersier, dan seterusnya.
  • Simbol stratigrafi dicetak dengan warna hitam yang digunakan untuk membantu mengenali satuan peta bilamana terjadi ketidak jelasan gabungan warna dan corak.
  • Untuk batuan beku dan ubahan, penentuan umurnya diserahkan kepada penyusun sesuai dengan kebutuhan informasi stratigrafi di daerah pemetaan.
4. Tata Warna dan Corak
Warna digunakan untuk membedakan satuan peta dan tanda-tanda khusus yang ada dalan satuan peta Hidrogeologi.
  • Warna dasar yang digunakan adalah Kuning (Yellow)Merah (Magenta) dan Biru (Cyanida) atau dikenal dengan kombinasi warna YMC. Warna tersebut dikodekan berdasarkan persentasinya, misalkan kode warna 013 berarti kombinasi dari 0% Yellow, 10% Magenta dan 30% Cyanida.
  • Kode warna 100% dinyatakan dengan kode x.
  • Warna digunakan untuk membedakan satuan peta yang didasarkan kepada keterdapatan aliran air tanah melalui ruang antar butir, melalui celahan,melalui ruang rekahan dan saluran.
  • Warna digunakan untuk membedakan produksi akuifer tinggi, sedang dan kecil, daerah air tanah langka serta gabungannya pada setiap satuan peta.
  • Warna digunakan untuk membedakan tanda-tanda khusu yang didasarkan kepada kuantitas dan kualitas air tanah, air permukaan, budi daya manusia dan informasi geologi.
  • Corak (raster) digunakan untuk menandai komposisi litologi dan dicetak dalam warna abu-abu dengan ketebalan garis 0,1 mm. keberadaan corak garis menandakan lapisan kompak dan padu, tetapi untuk batuan beku dan ubahan, ditandai dengan absennya corak garis.
  • Arah dari corak garis menunjukan pelapisan, arah mendatar, belum terlipat atau miring lemah, dan garis tegak menandai lapisan terlipat.
  • Warna simbol khusus terhadap garis dan titik menunjukan informasi hidrogeologi, hidrologi, geologi dan keterangan teknis satuan peta. Ungu untuk indikasi air tanah dan mata air. Jingga untuk indikasi komposisi kimia dan suhu air tanah. Biru untuk indikasi air permukaan dan hidrografi karst. Merah untuk indikasi budi daya manusia dan perubahan rezim air tanah. Hijau tua untuk indikasi penyebaran satuan hidrogeologi dalam tiga dimensi. Hitam untuk keterangan geologi, stratigrafi dan tektonik. 
Semoga artikel ini dapat bermanfaat . . .
(Sumber : Buku Perpustakaan Kampus AGP,Bandung)

Wassalamualaikum Wr.Wb

0 komentar:

Post a Comment